| Kode: 200494 | Tanggal: 2010/08/22 | Sumber: http://indonesia.islamquest.net | print |
Akmal Kamil, Lc
Di antara perkara yang menjadi sasaran tudingan Syiah semenjak dahulu hingga kini (sebagaimana yang diklaim oleh musuh-musuh Syiah) adalah bahwa Syiah memendam dendam dan kusumat kepada sahabat. Tatkala kita mengkaji tudingan secara realistis dan jauh dari segala sikap puritan maka kita akan jumpai tudingan ini sama sekali jauh dari kenyataan yang ada. Lantaran Syiah sangat menghormati Rasulullah Saw dan para sahabatnya. Bagaimana mungkin Syiah memendam kusumat kepada sahabat sementara mereka memandang sahabat sebagai penyebar syariat dan cahaya Tuhan untuk kemanusiaan? Mereka adalah sandaran dan pembela Rasulullah Saw. Orang-orang yang berjihad di jalan Allah! Bagaimana mungkin Syiah membenci mereka sementara Allah Swt memuji mereka dan berfirman tentang mereka, "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang terhadap sesama mereka. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Tanda-tanda mereka tampak pada wajah mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, dan tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." (Qs. Al-Fath [48]:29)
Mereka adalah orang-orang yang menolong Allah dan Rasul-Nya. Menghidupkan agama-Nya dan membangun dasar pemerintahan Islam serta mengeliminir jahiliyyah.[i]
Imam dan pemimpin kaum Syiah, Baginda Ali bersabda ihwal para sahabat Rasulullah Saw: "Aku telah melihat para sahabat Muhammad Saw, tetapi aku tak menemukan seseorang yang menyerupai mereka. Mereka mengawali hari dengan debu di rambut dan wajah (dalam kesukaran hidup) serta melewatkan malam dalam sujud dan berdiri dalam salat. Kadang-kadang mereka letakkan (sujudkan) dahi mereka, dan terkadang pipi mereka. Dengan ingatan akan kebangkitan, mereka nampak seakan berdiri di atas bara menyala. Nampak seakan di antara mata mereka ada tanda-tanda seperti lutut kambing, akibat sujud yang lama. Bilamana nama Allah disebutkan, air mata mereka mengalir deras hingga kerah baju mereka basah. Mereka gemetar karena takut akan hukuman dan harapan akan pahala, seperti pohon gemetar pada hari angin topan."[ii]
Demikian juga, Baginda Ali As menandaskan, "Saudara-saudaraku yang mengambil jalan (yang benar) dan melangkah dalam kebenaran? Di manakah 'Ammar? Di manakah Ibn at-Tayyihan? Di mana Dzusy-Syahadatain? Dan di manakah yang lain-lain seperti mereka di antara para sahabat tnereka yang telah membaiat sampai mati dan yang kepalanya (yang tertebas) dibawa kepada musuh yang keji? Kemudian Amirul Mukminin menggosokkan tangannya ke janggutnya yang mulia lalu menangis dalam waktu lama, kemudian ia melanjutkan: Wahai! saudara-saudaraku yang membaca Al-Qur'an dan mengeluarkan hukum berdasarkan al-Qur'an, memikirkan kewajiban-kewajiban yang ditetapkan Tuhan kepada mereka dan menunaikannya, menghidupkan sunah dan menghancurkan bidah. Ketika mereka dipanggil untuk berjihad, mereka menyambut dan mempercayai pemimpin mereka lalu mengikutinya."[iii]
Imam Sajjad As juga dalam Shahifah Sajjadiyah mendoakan para sahabat Rasulullah Saw, "Ya Allah! di antara penghuni bumi para pengikut rasul dan yang membenarkan mereka secara gaib ketika para pembangkang melawan mereka dengan pembohongan mereka merindukan para rasul dengan hakikat keimanan (tatkala orang-orang mendustakan dan menentangnya). Pada setiap zaman dan masa ketika Engkau mengutus seorang rasul memberikan petunjuk dan jalan kepada manusia sejak Adam sampai Muhammad Saw para imam pembawa petunjuk pemimpin ahli takwa sampaikan shalawat kepada mereka semua. Kenanglah mereka dengan ampunan dan keridhaan! Ya Allah! Khususnya para sahabat Muhammad yang menyertai Nabi dengan persahabatan sejati yang menanggung bala yang baik dalam membelanya menjawab seruannya ketika ia memperdengarkan hujjah risalahnya. Meninggalkan istri dan anak-anak untuk menegakkan kalimahnya. Memerangi bapak-bapak dan anak-anak untuk meneguhkan nubuwahnya dan memperoleh kemenangan karenanya. Mereka yang dipenuhi kecintaan kepadanya mengharapkan perdagangan yang tidak pernah merugi dalam mencintainya. Mereka yang ditinggalkan keluarga karena berpegang kepada talinya. Mereka yang diusir oleh kerabatnya ketika berlindung dalam naungan kekeluargaannya. Ya Allah! Jangan lupakan mereka apa yang telah mereka tinggalkan karena-Mu dan di jalan-Mu. Ridhoilah mereka dengan ridho-Mu. Karena telah mendorong manusia menuju kepada-Mu dan bersama rasul-Mu mereka menjadi para dai yang menyeru kepada-Mu. Balaslah dengan kebaikan pelarian mereka dan kepergian mereka dari kaumnya menuju-Mu. Meninggalkan kesenangan menuju kesempitan. Balaslah dengan kebaikan kepada mereka yang teraniaya karena menegakkan agama-Mu. Ya Allah! Sampaikan pahala terbaik kepada para pengikut mereka dalam kebaikan yang berkata, "Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam iman." [iv]
Demikian juga para juris Syiah meyakini kedudukan dan derajat para sahabat. Syahid Shadr berkata, "Sahabat adalah manifestasi iman dan penerang, terbaik dan model orang shaleh terbaik bagi kemajuan umat Islam. Sejarah umat manusia tidak akan mengenang sebuah generasi dengan keyakinan lebih unggul, lebih utama, lebih jenius, lebih suci daripada para penolong yang dididik oleh nabi."[v]
Benar kita memiliki perbedaan dengan Ahlusunnah. Hal itu dikarenakan kami membagi sahabat Rasulullah Saw dan orang-orang yang hidup dengannya dengan mengambil inspirasi dari ayat-ayat al-Qur'an menjadi beberapa bagian:
1. Kelompok orang-orang terdahulu: "Orang-orang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar." (Qs. Al-Taubah [9]:100)
2. Kelompok yang memberikan baiat di bawah pohon: "Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berbaiat kepadamu di bawah pohon. Allah mengetahui keimanan dan kejujuran yang ada dalam hati mereka. Oleh karena itu, Dia menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)." (Qs. Al-Fath [48]:18)
3. Kelompok yang berinfak dan berjihad sebelum kemenangan: "Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang sebelum tercapai kemenangan (dengan orang yang menginfakkannya setelah kemenangan tercapai). Mereka memiliki derajat yang lebih tinggi daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Tapi Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Qs. Al-Hadid [57]:10)
Sebagai kebalikan model-model utama dan pribadi-pribadi atraktif, al-Qur'an menyebutkan kelompok-kelompok lainnya yang sangat berseberangan secara diametral dengan model-model di atas:
1. Orang-orang munafik.[vi]
2. Orang-orang munafik yang tersembunyi dan Rasulullah Saw tidak mengenal mereka.[vii]
3. Orang-orang yang lemah iman dan sakit hatinya.[viii]
4. Orang-orang (lemah) yang mendengarkan dengan seksama ucapan-ucapan orang yang suka membuat fitnah.[ix]
5. Orang-orang yang di samping mengerjakan kebaikan pada saat yang sama juga mengerjakan keburukan.[x]
6. Orang-orang yang cenderung murtad.[xi]
7. Orang-orang fasik yang berbeda antara ucapan dan perbuatannya.[xii]
8. Orang-orang yang iman belum lagi masuk ke dalam hati-hati mereka.[xiii] Dan sifat-sifat tercela lainnya yang disebutkan sebagian dari mereka.
Di samping itu, di antara para sahabat terdapat orang-orang yang bermaksud membunuh Rasulullah Saw pada sebuah malam yang dilakukan oleh Uqbah.
Karena itu kita dapat menyimpulkan pandangan Syiah terkait dengan sahabat: Dalam mazhab Ahlulbait As sahabat seperti orang lain artinya di antara mereka terdapat orang yang adil dan tidak adil. Dalam pandangan Syiah tidak semua sahabat itu adil. Sepanjang perilaku dan perbuatan Rasulullah Saw tidak menjelma dalam kehidupan mereka maka status mereka sebagai sahabat tidak memiliki peran dalam keadilannya.
Dengan demikian, kriteria dan pakemnya adalah perilaku dan perbuatan praktis. Barang siapa yang perbuatan dan perilakunya sejalan dengan kriteria dan pakem agama Islam maka ia adalah seorang yang adil. Selainnya tidak adil. Sebagaimana yang telah kami katakan bahwa pandangan ini selaras dengan ajaran al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah Saw.
Bagaimana dan dengan logika apa kita dapat menyamakan di antara seluruh sahabat dan menyebut keduanya adalah sahabat? Misalnya antara Malik bin Nuwairah dan orang yang membunuhnya dengan keji dan pada malam itu juga seranjang dengan istrinya! Sekali-kali tidak dapat dibenarkan peminum khamar seperti Walid bin Uqbah hanya karena statusnya sebagai sahabat kemudian kita bela. Atau menyokong dan membela yang menjadikan pemerintahan Islam seperti sebuah kekuasaan diktator dan membunuh orang-orang shaleh dalam umat dan mengangkat senjata berperang melawan imam dan khalifah sah (Ali bin Abi Thalib)? Apakah dapat dibenarkan kita memandang sama antara Ammar Yasir dan kepala kelompok pemberontak hanya karena keduanya sahabat padahal Rasulullah Saw bersabda: "Ammar akan dibunuh oleh kelompok tiran dan pemberontak."[xiv]
Apakah ada orang yang berakal akan berbuat demikian? Dengan asumsi kita melaukan hal seperti ini apakah masih ada yang tersisa dari Islam tatkala kita senantiasa berupaya menjustifikasi perbuatan-perbuatan para pejuangnnya dan orang-orang tiran hanya karena mereka sahabat?
Pada hakikatnya Islam lebih mulia dan agung dari tindakan ingin mencampur aduk dengan kejahatan orang-orang jahat dan menyimpang pada setiap ruang dan waktu!! Inilah keyakinan kami. Kami tidak berbasa-basi dengan siapa pun. Lantaran kebenaran lebih layak untuk dijelaskan dan diikuti.
Kami ingin bertanya kepada saudara-saudara Sunni apakah kalian memandang sama antara Khalifah Ketiga Utsman dan orang yang membunuhnya?
Apabila keduanya adalah sama lalu mengapa serangan banyak dilancarkan kepada Ali As dan dengan dalih menuntut darah Utsman api peperangan Jamal dan Shiffin bisa meletus? Dan apabila dua kelompok ini tidak sama, orang-orang yang menentang dan orang-orang yang mendukung dalam pembunuhanya – apatah lagi orang-orang yang membunuhnya – mereka diperkenalkan sebagai orang-orang yang keluar aturan dan syariat maka hal itu adalah tiadanya keadilan pada sahabat! Lantas mengapa ada serangan kepada Syiah sementara pandangan mereka sama dengan pandangan yang lain?
Karena itu, dalam pandangan Syiah kriterianya adalah keadilan, berpegang teguh kepada sirah Rasulullah Saw dan menjalankan sunnah beliau semasa hidupnya dan pasca wafatnya. Barang siapa yang berada di jalan ini maka, dalam pandangan Syiah, ia harus dihormati dan jalannya diikuti serta didoakan semoga rahmat Tuhan baginya melimpah dan memohon supaya ditinggikan derajatnya. Namun orang-orang yang tidak berada di jalan ini kami tidak memandangnya sebagai orang adil. Sebagai contoh dua orang sahabat mengusung lasykar disertai dengan salah seorang istri Rasulullah Saw lalu berhadap-hadapan dengan khalifah legal Rasulullah Saw Ali bin Abi Thalib As menghunus pedang di hadapannya di perang Jamal. Mereka memulai perang yang menelan ribuan korban jiwa kaum Muslimin. Izinkan kami bertanya apakah angkat senjata dan menumpahkan darah orang-orang tak berdosa ini dapat dibenarkan? Atau orang lain yang disebut sebagai sahabat Rasulullah Saw dan menghunus pedang pada sebuah peperangan yang disebut sebagai Shiffin. Kami berkata perbuatan ini bertentangan dengan syariat dan memberontak kepada imam dan khalifah legal. Perbuatan-perbuatan ini tidak dapat diterima dengan membuat justifikasi bahwa mereka adalah sahabat. Demikianlah poin asasi perbedaan pandangan antara Syiah dan yang lainnya. Jelas bahwa di sini yang mengemuka bukan pembahasan mencela dan melaknat sahabat.
[Pernah dimuat di site Islam Quest]
[i]. 'Adâlah Shahâbi, hal. 14, Majma' Jahani Ahlulbait As.
[ii]. Nahj al-Balâghah, hal. 144, Khutbah 97.
[iii]. Nahj al-Balâghah, hal. 164, Khutbah 97, riset oleh Subhi Shaleh.
[iv]. Shahifah Sajjadiyah, hal. 42, Doa Imam untuk Para Pengikut Para Nabi.
[v]. Majmu'e Kâmilah, No. 11, Pembahasan ihwal Wilayah, hal. 48.
[vi]. "Dan infakkanlah sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata, "Ya Tuhan-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku barang sekejap sehingga aku dapat bersedekah dan termasuk orang-orang yang saleh?" (Qs. Al-Munafiqun [63]:10)
[vii]. "Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah ada sekelompok orang yang keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kami-lah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar." (Qs. Al-Taubah [9]:101)
[viii] . "(Ingatlah) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawah (kota)mu (sehingga mereka mengepung kota Madinah), dan ketika penglihatan(mu) terbelalak (lantaran takut) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Di situlah diuji orang-orang yang beriman dan mereka diguncangkan dengan guncangan yang sangat." (Qs. Al-Ahzab [32]:10-11)
[ix]. "Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu. Karena itu, mereka selalu bimbang dalam keragu-raguan mereka. Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu. Tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka. Maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka, "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal (anak-anak kecil, orang-orang tua, dan orang-orang yang sedang menderita penyakit) itu." Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah bagimu selain kerusakan dan keraguan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu untuk menyulut fitnah (dan kekacauan) di antaramu; sedang di antara kamu ada orang-orang (lemah iman) yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim." (Qs. Al-Taubah [9]:45-47)
[x]. "Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. Al-Taubah [9]:102)
[xi]. "Kemudian setelah kamu berduka cita, Allah menurunkan kepadamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan darimu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri (dan tidak mengantuk); mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. Mereka berkata, "Apakah kita memiliki suatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?" Katakanlah, "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya berada di tangan Allah." Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata, "Sekiranya kita memiliki suatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini." Katakanlah, "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh." Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati." (Qs. Ali Imran [3]:154
[xii]. "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa pengetahuan, lalu kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (Qs. Al-Hujurat [49]:6); "Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik? Mereka tidak sama." (Qs. Al-Sajdah [32]:18)
[xiii]. Orang-orang Arab Badui itu berkata, "Kami telah beriman." Katakanlah (kepada mereka), "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah, 'Kami telah tunduk' karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu. Jika kamu taat kepada Allah dan rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. Al-Hujurat [49]:14)
[xiv]. Silahkah lihat, Fushul al-Muhimmah, Abdulhusain Syarafuddin, hal. 189.
- Mohon definisi keadilan sahabat?
Apakah keadilan identik dgn maksum, tidak pernah salah?
Apakah orang-orang munafik, fasik masuk pada kategori sahabat?
terima kasih. [Hikam]
- taqqiyah,,agama d'atas kbohongan...na'udzubillah,semoga Allah memberi hidayah kpda kalian. [ahlusunnah]
- taqqiyah,,agama d'atas kbohongan...na'udzubillah,semoga Allah memberi hidayah kpda kalian. [ahlusunnah]
- Sdr Ahlusunnah,
Memang ada apa dengan taqqiyah?
- sdr ahlusunnah,, ada perbedaan antara bunuh diri dengan mati syahid, [Ali]
- gak usah diladeni orang bahlul seperti orang ASWJ mereka gak pergunakan akal tp pergunakan pantat.bahlul bin goblok,bin bego bin tolol orang Aswj [pecinta ahlul bait rosul]
- gak usah diladeni orang bahlul seperti orang ASWJ mereka gak pergunakan akal tp pergunakan pantat.bahlul bin goblok,bin bego bin tolol orang Aswj [pecinta ahlul bait rosul] >>> ngga malu anda mengaku pecinta ahlul bait Rasul mempunyai mulut sekotor ini? Ingat yg anda hujat sama2 menghadap kiblat 5X dlm sehari mgkn sama dgn anda, sudah menjadi takdir bahwa islam akn terbagi menjadi 73 golongan, dan hanya 1 yg diridhoi Allah SWT, drpd sibuk berdebat hal2 yg setengah2 taunya mending berlomba dlm kebajikan untuk dpt ridho Allah semoga kita menjadi org yg terpilih utk berada dibelakang barisan Rasulullah SAW saat dihisab nanti. Semoga anda pecinta ahlul bait Rasul murni mencintai keluarga Rasul dgn tdk melaknat org yg sama skali tdk anda kenal scara lsg (msh dlm konteks 'katanya') untuk meningkatkatkan kecintaan anda, krn melaknat bukan cerminan sikap org yg pny rasa cinta tp kebencian lah yg mendasari utk melaknat, membenci utk memperlihatkan kecintaan adalah cerminan org yg tdk dewasa dlm ahlak maupun intelektual seorang muslim dan jelas itu bukan sifat yg diajarkan Rasulullah SAW, terimakasih semoga kita mempunyai satu tujuan dlm kemajuan Islam, amien. [Insya Allah Muslim]
- janganlah saling bertengkar....Alloh tidak mendalimi hambanya,manusialah yang mendolimi dirinya sendiri ....semuanya udah di atur di dalam kitab lauz maftuh..semuanya sedang menunggu waktunya saja...banyaklah membaca surat AL kahfi. [mahadi]
- "Bagaimana mungkin Syiah memendam kusumat kepada sahabat sementara mereka memandang sahabat sebagai penyebar syariat dan cahaya Tuhan untuk kemanusiaan? Mereka adalah sandaran dan pembela Rasulullah Saw. Orang-orang yang berjihad di jalan Allah! Bagaimana mungkin Syiah membenci mereka sementara Allah Swt memuji mereka dan berfirman tentang mereka...."
=>Faktanya memang demikian, Syiah melaknat sahabat layaknya ibadah, bahkan dicontohkan oleh ulamanya dalam berbagai kesempatan. Artikel diatas sama sekali tidak menyebut2 Abu Bakar ra, Umar ra, Ustman ra, seperti biasanya, mengapa? Ada Apa? Apakah tidak sanggup ber-taqiyah atas diri pribadi mereka?
[nobody]
- Taqiyyah.............oh.......taqiyyah........
eh....pembaca sekalian....ko ada yg aneh dari tulisan diatas ya??
temanya kan tentang sahabat, tapi ko ga menyebutkan sahabat2 yg dimaksud ya??
adminnya berani bilang gak, klo Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, dan yang lainnya, itu tidak kafir??? tapi jangan pake taqiyyah lho ya??
yg aneh juga, ko dari tulisan di atas tidak disebutkan satu hadits pun yg bersumber dari Imam Bukhari dan Muslim ya??
What's Up?? [mu'adz]
- so...buat para pecinta dan mengaku dirinya pengikut ahlulbayt...tidak perlu lagi kalian ber taqiyyah...gak usah takut. Sesungguhnya Alloh SWT, Rasulullah SAW dan Para Imam bersama kita...Allohuma sholi 'alaa Muhammad wa aali Muhammad... [Ken]
- so...buat para pecinta dan mengaku dirinya pengikut ahlulbayt...tidak perlu lagi kalian ber taqiyyah...gak usah takut. Sesungguhnya Alloh SWT, Rasulullah SAW dan Para Imam bersama kita...Allohuma sholi 'alaa Muhammad wa aali Muhammad... [Ken]
- Kelemahan Syiah adalah bahwa mereka berfokus pada Ali, sementara non-Syiah berfokus pada nabi Muhammad.
Bahwa Syiah membenci sebagian sahabat Nabi Muhammad seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab, itu ada di buku2 Syiah. [zack]
- ketika membaca buku~2 tntang siah, saya selalu diingatkan oleh teman2 saya, hati-2, syiah itu sesat,syiah itu agama Yahudi bikinan Abadulah Saba bla-bla dan seterusnya ante bisa kufur, saya merasa penasaran dan terus membaca,maklumlah sbagai mualab saya harus mencari kebenaran sesungguhnya, karena banyak skali fitnah yg dilontarkan terhadap ajaran syiah ini, banyak situs~2 yg memuat tentang Bahaya Syiah dll, tapi setelah mempelajari ternyata itu semua telah terbatahkan akhirnya sekarang saya benar-benar kufur, tapi saya merasa berbahagia, ini adalah suatu nikmat yG terbesar buat saya, saya memang Kufur tapi Kufur dari Islam Sahabat.biar teman~2 saya, sanak saudara mengatakan saya telah Kufur, asal tidak Kufur dari Islam Yang dibawa Rasulullah Saw, serta Keluarga Sucinya.
saya mohon ini tidak menjadi Polemik, saya hanya sekedar bercerita ttng Pengalaman saya, dan saya tidak sedang Bertaqiyyah.
AllahumaSholi ala Muhammad Wa ali Muhammad. [JEBIR]
- @JEBIR / @SYIAH , apakah anda tidak pernah tau arti khulafaur rasyidin (http://id.wikipedia.org/wiki/Khulafaur_Rasyidin) , kalau belum bacalah karena di syiah tidak mengakuinya , TELL ME WHY ? "maaf perbedaan pendapat biasa asal tidak menggunakan kekerasan" [romeo]
- sebagai seorang manusia hendaknya kita hidup dalam kedamaianjuga sebagai seorang muslim hendaknya kita menghormati keyakinan agama lain dan sebagai seorang yang beriman hendaknya kita mengikuti Rasulullah dan sahabatnya. Ingat pesan Rasulullah di kotbah hajatul wada" berpeganglah kalian pada kitabullah dan ahlul baitku ". Ingatlah setiap perbedaan dan perpecahan bersumber pada penafsiran pesan Rasul ini. Kalau ada yang mengatakan wasiat ini adalah kitabullah dan sunahku bearti dia telah memaksakan sesuatu yang seolah-olah benar.Pelajarilah Al Quran dan cintailah Ahlul bait rasul niscaya anda akan menemukan suatu kebenaran sejati karena perbuatan dan akhlak rasul adalah Al Quran sedang Ahlul baitnya adalah orang orang yang selalu dicintai Rasul dan sahabatnya. Allahu A'lam [Abdur Rahman]
- Bagi saya gak ada yang namanya Syiah atau Sunni..yang ada adalah Islam..anda yang merasa Sunni apa yakin masuk surga?dan anda yang merasa Syiah apa yakin masuk surga??..intinya adalah mari tegakkan Islam yang berdasarkan Al Quran & Hadist, jaga ibadah kita kepada Allah dan ibadah dengan hubungan sesama manusia..kalo anda (Syiah dan Sunni) masih terus bertikai,maka anda tak layak disebut Muslim,tp anda lebih rendah daripada Yahudi,Nasrani dan penzina sekalipun...maka marilah kita menjadi Islam yang sebenar-benarnya,yaitu sebagai Rahmad bagi seluruh Alam [wisnu]
- kenapa saya sunni... atau kenapa saya syiah... adalah pertanyaan yg harus terjawab oleh penganutnya masing2...!!
keduanya memiliki sejarah yg panjang dimasa lalu hingga menempatkan pd dua sisi golongan utama dalam masyarakat muslim..
keengganan mencari tahu lah yg sebabkan pertikaian yg tiada berguna... memutus tali silaturahim yg semestinya adalah bagian penting dalam islam... [harto]
- Syiah adalah keberhasilan yahudi merusak islam dari dalam,sahabat2 mulia yang telah dijamin masuk syurga,yaitu ABU BAKAR,UMAR,UTMSAN,AISYAH RADHIALLOHU 'ANHUMA mereka semua di kafirkan oleh syiah,padahal mereka2lah yang menyampaikan al qur'an dan hadits pada generasi brikutnya hingga smpai kpada kita,kalau mereka smua tlah kafir mnurut syiah,maka sudah pasti periwayatannya alqur'an dan haditsnyapun ditolak,ITULAH CERDIKNYA YAHUDI MENGHANCURKAN ISLAM DARI DALAM [wahyu]
- yg tranfaran saja yg jelas ga usah ada yg di sembunyikan, toh kalau takut sama sesama mahluk itu musyrik loh...? tapi kalau sudah bagian dari agamu itu lain cerita ...jdi namanya agama pembohong,penakut, [mehdy isfahan]
- syiah bukan dari islam melainkan agama sesat!!!!!
dia tidak tahu mana sahabat mana orang kafir dan munafik???
truz bagaiman shalatmu?sama tidak dengan ajaran Rosullullah??katanaya ahlul bait???hancurkan syiah!!!! [wawan]
- syiah bangsat....dia bukan dr islam melainkan agama penghancur islam!!! [wawan]
- Adakah Syiah tanpa menghujat Abu Bakar, Umar, Usman, Aisyah (radhiyallah 'anhum)? Adakah? Kalau ada, sungguh saya sangat tertarik untuk mempelajarinya.... [qalamedia]
- ==== Itu orang yang ngatain, Bangsat, Laknat, Penghancur Jagowan bangat.....emang dengan begitu bikin takut orang apa?. kalau memang ga sesuai dengan dengan pendapat antum atau takut terpengaruh ya udah diam aja. masih kalau memang ga mau beda pendapat ya udah, ke Milis atau forum yang hanya pro dengan pemahaman atau mazhab antum====( nih Buat Wawan). Saya juga berharap kaum muslimin untuk berhati2 bahwa banyak Orang bayaran beroperasi utuk memecah belah kaum muslimin baik di YOUTUBE, di We-Web Jamaah, dan media lainya. komentar komentar mereka seakan-akan mewakili Sunni ataupun Syiah....(SAUDARAKU YANG AHLUSUNNAH MAUPUN YANG SYIAH HARUS WASPADA DENGAN KOMENTAR PARA AGEN TERSEBUT [Alwan Ternate])
- sia sia anda semua adu argumen ttg kebenaran aliran anda. suatu aliran itu 100% bnr/btl bagi pengikutnya. kalo anda menguatkan keyakinan anda kpd penganut keyakinan selain keyakinan anda itu namanya anda egois&arogan. anda itu para muqollid kog berani2nya mencela sesama muslim. anda (suatu golongan) sekuat rambut anda pun tdk akan kuat menggolongkan muslim didunia menjadi pengikut golongan anda walaupun anda ahli dlm ilmu apapun (nabi aja bersabda islam ada 73 golongan). maaf ya para 'aliim...saya menulis tulisan kotor ini krn saya orang kotor yg merasa muak melihat bertahun tahun anda2 perang argumen utk membenarkan golongan anda sendiri. apa kita ga bisa menjaga ukhuwah islamiyah & saling menghargai walo kita beda golongan??? kepada semua muslim saya harap HARGAI DAN HORMATI SESAMA MUSLIM. tuhan kita sama = ALLOH S.W.T. nabi kita sama = NABI MUCHAMMAD S.A.W. kitab kita sama = ALQURAN. beda ideologi & theologi aja berantem kayak paling bnr. lebih baik perbanyak lisan ma hati anda2 dgn dzikir+istighfar dr pd berantem sesama muslim.[penjudi]
- setuju dengan akhi alwan....yg berkata kata kotor dan emosi juga ga jelas....kepedean masuk surga....jadi saya hrus bilang waw gitu ..... [ali]
- klu kalian mengaku mencintai ahlul bait., maka kalian harus jga mencintai abu bakr, umar, utsman radhiyallahu anhum., karena mereka juga ahlul bait, 1. abu bakr radhiyallahu anhu (semoga Allah memberikan rahmatNya kepada bliau), seorang sahabat yg sangat lembut adalah mertua rasulullah, maka bliau adalah ahlul bait 2. 'aaisyah radhiyallahu anha (ummul mukminin) seorang wanita cerdas yg kehormatannya di jaga langsung oleh Allah atas fitnah keji terhadap bliau, adalah isteri rasulullah, maka bliau adalah ahlul bait., 3. umar radhiyallahu anhu (seorang sahabat yg sangat tegas ) adalah mertua rasulullah, maka bliau adalah ahlul bait., 4. utsman radhiyallahu anhu (seorang sahabat yg lembut) adalah menantu rasulullah yg d juluki dzunnurain adalah ahlul bait. [khadijah]
- Khadijah@anda salah ahlul bait adalah keluarga nabi,merujuk pada ali,fathimah,hasan dan husain as lihat hadist al kisa,kalian nashibi tidak tahu apa itu taqiyah dan tidak sadar siapa yg kalian tuduh yaitu imam ali bin abi thalib dan imam ali zainal abidin bin husain,rasulallah juga taqiyah ktika awal islam ktk mrk msih lemah dan belum terorganisasi arti taqiyah adalah menyembunyikan iman nabi SAW prnh mlakukan itu [reynaldi as]
- ... jangan bawa emosi ketika memang mencari kebenaran ... bersikaplah lebih baik sebagaimana akhlak seorang muslim ... bisa saja yg kau benci itu ternyata baik dan benar, begitupun sebaliknya ... yuk bersikap layaknya pencari ilmu ... kaji dan kaji terus ... malu akh kalau pakai bahasa emosi ... pencari kebenaran gak begitu akhlaknya ... lebih terbuka dan santun terhadap hal2 yg baru diketahuinya sambil bersandar pada Allah tuk slalu mendapat petunjuknya ... Salam tuk semua .. [bustanul iman]
- ... yuk ngaji lg biar tambah dewasa ngomentari sebuah informasi yang diberikan oleh saudara muslim kita tentang sesuatu hal yang diyakininya berasal dari agama kita jg, yakni Islam ... jgn sampai suatu kebenaran menjadi tidak sampai hanya karena kita tidak bijak menyikapinya ... alias kejahilan kita yang gak siap menerima sesuatu yg bukan keluar dari kalangan sendiri ... mumpung hayat masih dikandung badan ... nimba ilmu yuk ... biar Allah yg akan menuntun kita melalui 'cahaya'-Nya ... salam ... oya terima kasih untuk pengertian sahabatnya ... sehingga sy merasa 'diperkaya' tentang pengertian sahabat ... Bravo bung ... !!! ... [bustanul iman]
- Assalamu'alaikum Wr. Wb. Hayoo.. saudara-saudaraku. janganlah membuat pertengkaran baru. karena yang tertawa adalah musuh-musuh kita semua. Hal lalu itu adalah sejarah cukuplah kita sebagai pengamat sejarah semata. Jika diantara-para sahabat memang pernah melakukan kesalahan, yah akui saja itu suatu kesalahan. Tetapi ingat rujukan akan suatu kesalahan dan kebenaran adalah tempatkan Al-Quran yang pertama kemudian Perkataan Rasululllah. Perkara ganjaran amal para sahabat yang berbuat benar, ataupun yang pernah berbuat melenceng apalagi yang jelas melanggar biarlah Alllah yang memberikan hukuman. Karena Allah Maha Adil dan Mengetahui.
Namun kalau untuk ketetapan hukum rujukannnya lihatlah QS 49; 1. ok [ronny s.]
- Kalau Nabi Adam.AS tidak makan buah Qolby, tentu kita semua ada di surga..... tapi itu sudah ketentuan ALLAH.SWT ...........yang merupakan ujian buat Nabi Adam.AS. dan keturunannya.
Kalau Rasullulah.SAW yang sangat sayang kepada para Sahabatnya untuk bisa dengan ihklas menerima pengganti beliau, tentulah beliau sebutkan sebalum beliau wafat .......... tapi itu sudah ketentuan ALLAH.SWT .........yang merupakan ujian buat umat Nabi Muhammad.SAW... ya kita2 ini umatnya.
Jadi kesimpulan saya semua ini hanya ujian, untuk keihklasan, kebersihan hati, tulusan kita dan jangan ada kedengkian In sha ALLAH kita mendapatkan RidhoNYA
(Abuzahgan)
- semua agama yg dibawa oleh para nabi adalah mengajak kebaikan dan petunjuk kebenaran dan islam datang sebagai penyempurna agama terdahulu, sebagai petunjuk jalan yg benar adalah qur'an dan contoh yg benar adalah sunnah nabi(perkataan dan perbuatan) yg harus di teladani dan dikuti umat islam tanpa kecuali dan para khalifah adalah penerus dakwah nabi,tabi'in tabi'ut hingga ulama serta umat saat ini untuk menegakan ajaran Rosululloh S A W [tan]
- wah, ini lagi bertaqiyah ceritanya..........hehehehe [ali husein]
- Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatu. Saya cukup senang dengan adanya debat sunni-syiah, semakin kuat argumen anda semua diHARAPKAN diKemudian hari akan ada FORMULA RUMUSAN untuk sunni-syiah melebur menjadi satu dan kata2 sunni-syiah sudah lenyap dari muka bumi, maka negara KAFIR akan Ketakutan dan TERBENTUKLAH KEKHOLIFAHAN SEPERTI JAMAN ABUBAKAR-UMAR-USMAN-ALI .... dst. Apakah pihak SUNNI-SYIAH ingin menyatukan PANDANGAN ????? SEGERA TEMUI AKU SEBAGAI PENENGAH , INSYAALLOH SECARA CEPAT AKAN BERSATU . Anda boleh bertanya kepada para ahli alternatif atau ahli terawangan tentang saya. percaya atau tidak terserah anda. Anda boleh tertawa ketika saya gagal menyatukan sunni-syiah.
Wassalamualaikum warokhmatullohi wabarokatu. [Nur]
- Ulama-ulama muktabar telah bersepakat mengatakan bahwa syiah itu memang sesat. Ingat, yang berhak menghukumi sesat, kafir dan murtad adalah ulama-ulama yang paham betul akan hakikat kata-kata tersebut.
Sebagai orang awam yang hanya tahu sedikit tentang agama ini (ISLAM), tidak sepantasnya kita mengumbar kata sesat, kafir, musyrik, dsb.
Rasulullah diutus dengan akhlak yang sempurna, sebagai umatnya kita patut mencontoh beliau SAW. Bukankah terhadap orang kafir saja kita masih diperbolehkan berdoa agar orang tersebut mendapatkan hidayah ALLAH untuk masuk ke dalam ISLAM (selama orangnya masih hidup). Contohlah sikap Rasulullah Muhammad, Isa, Musa, Ibrahim, dst. Dalam berdakwah senantiasa berkata-kata dengan perkataan yang baik.
Kenapa tidak kita lakukan juga kepada saudara-saudara kita yang syiah. Mereka hanya tersesat.
Seorang yang bersyahadat jauh lebih baik dibandingkan dengan seluruh dunia dipenuhi orang kafir yang paling baik, bahkah jauh lebih baik dibandingkan dunia dan isi-isinya. Bukahkah syiah juga bersyahadat (meskipun dalam syahadatnya ada tambahan "wa aliyyun waliyullah")?
Bagi sahabat-sahabat yang mengikuti syiah, sudah saatnya anda memperluas wawasan pengetahuan ISLAM anda. Karena ilmu ISLAM ini sangat luas. Coba anda pikirkan, sejak Rasulullah diutus hingga saat ini sudah 14 abad (1400-an tahun), kenapa anda berpikir layaknya katak dalam tempurung, yang memandang bahwa syiahlah yang terbaik, yang tepat bagi anda. Sudahkah anda mempelajari kenapa syiah mendiskreditkan Abu bakar, Umar, Utsman, dst. Kalau di dalam kitab syiah ada yang seperti itu, rujuklah kembali pada Al-Quran. Bukankah termasuk dalam akhlak dan adab seorang muslim untuk tidak menghina dan mendiskreditkan muslim lainnya.
Wallahu a'lam bisshowab.
Saya bermazhab ahlu sunnah wal jamaah. [yassin siregar]
- Assalamualaikum.
Saya setuju dgn pendapat saudaraku
yassin siregar. [Abdullah]
- Astaghfirullah [Muhammad Ali Umar]
- Astaghfirullah [Ali Umar]
- islam itu adalah tauhid dan ahklak yang terpuji,kita sering melupakan sudah berakhlakkah kita sesuai rujukan al qur'an dan hadist [zon]
- syiah anjing haxa mau menghamcurin agama islam [adit]
- i am ahlusunnah wal jamaah..!! [adit]