Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrullah mengatakan ancaman serangan militer Israel terhadap Iran hanyalah perang psikologis belaka.
"Kini, rezim Zionis [Israel] lebih lemah dari sebelumnya, dan ancaman serangan terhadap Iran hanyalah perang psikologis belaka," kata Nasrallah, mengutip Press TV, Sabtu (16/6).
Amerika Serikat, Israel, dan beberapa sekutunya menuduh Tehran mengejar tujuan militer dalam program energi nuklirnya.
Tehran menolak tuduhan tersebut.Sebagai penandatangan traktat non-proliferasi nuklir dan anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran berhak menggunakan teknologi nuklir untuk tujuan damai .
Israel bersama AS berulang kali mengancam Iran dengan opsi serangan militer untuk memaksa Republik Islam menghentikan program nuklir sipilnya, yang diawasi secara ketat oleh IAEA.
Ironisnya, Israel yang menolak menandatangani traktat NPT, dan memiliki setidaknya 200 hulu ledak nuklir, hingga kini tidak pernah dipersoalkan oleh negara-negara Barat.