Menurut Kantor Berita ABNA, Lembaga Nasional Wafaq Bahrain dalam pernyataan resminya mengutuk keras perlakuan keras pihak keamanan Bahrain terhadap para demonstran Bahrain yang sedang melakukan aksi damai. "Pihak Kepolisian Bahrain untuk menghentikan aksi rakyat melakukan tindak kekerasan diluar batas prikemanusiaan."
"Tindak kekerasan tersebut berupa penyiksaan fisik, pemenjaraan bahkan pembunuhan. Tidak sedikit korban yang mengalami cacat fisik dan gangguan mental akibat kerasnya siksaan yang mereka lakukan. Sebagian besar dari korban penangkapan kepolisian Bahrain bahkan disiksa sampai meninggal dunia." Laporan lembaga tersebut lebih lanjut.
Lembaga tersebut lebih lanjut memaparkan bahwa siksaan fisik tersebut berupa cambukan, pukulan, penyetruman, dan penyiksaan lainnya yang diluar batas pri kemanusiaan. Penyiksaan dan pemenjaraan rakyat Bahrain masih berlangsung sampai saat ini. Rakyat Bahrain dalam aksi-aksi demonstrasinya menuntut keadilan dan kebebasan bahkan menuntut Al Khalifah mundur dari kekuasaan sebagai raja Bahrain.