Menurut Kantor Berita ABNA, Forum Dunia Pendekatan Antarmazhab Islam menuntut penghentian genosida terhadap umat Muslim Myanmar dan menyatakan, "Menjadi tugas para ulama dan cendikiawan negara-negara Islam untuk menciptakan ketenangan di kalangan umat Muslim dan bersatu dalam menyikapi peristiwa seperti ini."
Fars News (18/7) melaporkan, Forum Dunia Pendekatan Antarmazhab Islam selain mengecam pambantaian sadis dan pengusiran ribuan umat Muslim serta penistaan terhadap peremuan, gadis, dan anak-anak Muslim di Myanmar, juga menekankan kerukunan hidup antar penganut agama.
Dalam statemennya lembaga ini menyatakan, aksi keji dan kejahatan oleh sekelompok ekstrimis yang termasuk genosida terhadap kaum Muslim tertindas di Myanmar, bertentangan dengan nilai-nilai sakral dan kemanusiaan dalam kehidupan harmonis serta penghormatan terhadpa hak-hak umat manusia.
Ditambahkan pula, "Sekarang, adalah tugas para ulama dan cendikiawan negara-negara Islam untuk menciptakan ketenangan di kalangan umat Muslim dan lebih bersatu dalam mereaksi persitiwa seperti ini, karena kebungkaman di hadapan peristiwa ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap politik luhur dan hak-hak manusia, padahal umat manusia di manapun mereka berada harus dapat menikmati hak-hak mereka dan tidak tertindas atau terzalimi."
Forum Dunia Pendekatan Antarmazhab Islam meminta lembaga-lembaga internasional khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Konferensi Islam (OKI), Human Right Watch, dan organisasi HAM dunia lain, menghentikan kebungkaman mereka di hadapan tragedi yang menimpa umat Muslim di Myanmar.