Menurut Kantor Berita ABNA, demonstrasi peringatan hari al Quds Internasional yang diikuiti ribuan warga Syiah Pakistan sebagaimana 2 tahun sebelumnya kembali diciderai oleh aksi teror kelompok Wahabi.
Karachi
Bis yang ditumpangi puluhan mahasiswa Universitas Karachi yang akan bergabung dengan ribuan demonstran lainnnya dalam perjalanan meledak oleh lemparan bahan peledak kelompok teroris. Ledakan tersebut menyebabkan 5 mahasiswa meninggal seketika dan 19 lainnya luka-luka. 10 diantaranya dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Pihak medis baru bisa mengklarifikasi dua orang dari kelima korban yang meninggal dunia dalam peristiwa peledakan tersebut yaitu Mantsur Husain dan Imtizay Ramadhan Ali.
Iskardu
Demonstrasi hari al Quds di Iskardu juga dinodai aksi peledakan bom. Ditengah kerumunan massa yang sedang menunjukkan aksi solidaritasnya terhadap warga Palestina yang sampai saat ini masih dalam perjuangan untuk bebas dari cengkraman penjajahan Zionis meledak sebuah bom. Meskipun daya ledak bom tersebut lemah, namun mampu menciderai 7 orang demonstran dan sampai saat ini masih dalam perawatan medis dengan kondisi yang sangat kritis.
Kawasan Gulimar juga tidak aman dari aksi teror, dua pemuda Syiah di daerah tersebut menjadi korban penembakan gelap. Dua korban yang bernama Zulfikar dan Abbas Haidar ditembak jarak jauh oleh pelaku yang tidak dikenali. Namun saksi mata menduga keras pelakunya adalah anggota komplotan Sepah Sahabeh, kelompok Wahabi yang senantiasa menebar teror di kawasan pemukiman Syiah tersebut. Abbas Haidar meskipun sempat mendapat pertolongan medis namun nyawanya tidak bisa diselamatkan, sementara Zulfikar masih dalam kondisi kritis.
Dari jumlah korban meninggal dunia dalam kejadian-kejadian tersebut menambah daftar korban jiwa di Pakistan selama bulan Ramadhan menjadi 41 orang.