Menghina Nabi Lebih Buruk dari Membakar Masjid al Aqsa
Kode: 348626 Tanggal: 2012/09/17 - 21:29Sumber: ABNAprint

Sayyid Hasan Nasrullah :
Menghina Nabi Lebih Buruk dari Membakar Masjid al Aqsa

"Bangsa yang diam atas penistaan terhadap Rasulnya, pada dasarnya telah memberikan sinyal kepada Israel bahwa Masjid al-Aqsha juga dimungkinkan untuk dihancurkan," tambahnya. Karenanya dalam pandangan Sekjen Hizbullah tersebut, penghinaan terhadap Nabi jauh lebih berbahaya dibanding membakar masjid al Aqsa, oleh karena itu perhatian dan pembelaan kaum muslimin harus lebih hebat.

 

 Menghina Nabi Lebih Buruk dari Membakar Masjid al Aqsa

Menurut Kantor Berita ABNA, Sayyid Hasan Nashrullah, sekjen Hizbullah Lebanon dalam pidatonya Ahad (16/9) yang disiarkan secara langsung oleh stasiun TV al Manar Lebanon menyinggung film anti-Islam yang sengaja diproduksi untuk melecehkan kehormatan Islam dan Nabi Muhammad Saw menyatakan, "Meskipun sebelumnya mereka telah melakukan penghinaan terhadap Islam dengan membuat novel ayat-ayat Syaitan, membuat kartun karikatur yang melecehkan Nabi di sebuah majalah dan melakukan aksi pembakaran al-Qur'an terang-terangan, namun yang pembuatan film yang melecehkan kehormatan Nabi tersebut jauh lebih berbahaya."

Dalam lanjutan pidatonya Nasrullah menyatakan bahwa tujuan film tersebut diproduksi bukan hanya sekedar untuk melecehkan dan menghina Islam sematan namun tujuan yang lebih berbahaya adalah menciptakan konflik antara Muslim dan Kristen.

 "Bangsa yang diam atas penistaan terhadap Rasulnya, pada dasarnya telah memberikan sinyal kepada Israel bahwa Masjid al-Aqsha juga dimungkinkan untuk dihancurkan," tambahnya. Karenanya dalam pandangan Sekjen Hizbullah tersebut, penghinaan terhadap Nabi jauh lebih berbahaya dibanding membakar masjid al Aqsa, oleh karena itu perhatian dan pembelaan kaum muslimin harus lebih hebat.

Sayyid Hasan Nashrullah juga mengapresiasi positif langkah Kristen dalam mengecam film anti-Islam tersebut. Nasrullah menyebut kecaman umat Kristiani atas film tersebut memiliki pengaruh signifikan dalam meredam konflik.

Nasrullah menambahkan, film itu diproduksi di AS dan sangat tidak logis tanpa sepengetahuan pemerintah AS karenanya ia menghimbau agar dunia Islam meminta pemerintah Washington untuk menghentikan penyebarluasan film tersebut dan juga mencegah penyebaran itu di masa mendatang."Para pembuat film itu dan terutama para pejabat Amerika Serikat harus dimintai keterangan dan diinterogasi, mereka harus bertanggungjawab." tegasnya.

 "AS harus mengadili mereka yang terlibat dalam pelecehan terhadap 1,5 miliar manusia di dunia," tambahnya lagi.

 "Pemerintah AS dengan alasan kebebasan berekspresi mendiamkan saja kekejian tersebut. Ini adalah contoh nyata untuk membuktikan kemunafikan AS kepada bangsa-bangsa dunia," tegas Nasrullah.

 



Komentar Pembaca

- Berita2 nya selalu update, tks ABNA. [anang bahrudin]



Email:
Nama:
Pesan:
Enter security code
erfan
ABNA World Service
Englishالعربية
Françaisاردو
Españolفارسی
Русский中文
DeutschTürkçe
Azeri (cyr) Azeri (ltin)
Melayu Indonesia
বাংলা हिन्दी
Swahili Myanmar
BosanskiABP sites
  Berita Terakhir