ABNA Media Alternatif Pecinta Ahlul Bait
Kode: 323910 Tanggal: 2012/06/22 - 08:50Sumber: www.abna.irprint

Pemimpin Umum ABNA:
ABNA Media Alternatif Pecinta Ahlul Bait

"Kantor Berita ABNA saat ini telah menyiarkan informasi dan berita ke seluruh dunia dengan 17 bahasa. Alhamdulillah, dengan kerja keras dan kerjasama berbagai pihak kami setiap harinya menginformasikan berita-berita terbaru dari berbagai negara termasuk keterzaliman warga-warga Syiah yang media mainstream tidak memberitakannya sama sekali." 

 ABNA Media Alternatif Pecinta Ahlul Bait
Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam wa Muslimin Sayyid Ali Ridha Husaini Arif dalam pertemuan peresmian Kantor Berita ABNA berbahasa Myanmar yang merupakan bahasa ke 17 yang telah diresmikan menyatakan duka citanya yang mendalam atas keterzaliman warga Parachinar di Pakistan. "Ratusan warga Pakistan telah menjadi korban keganasan kelompok teroris dan mereka pada umumnya adalah orang-orang yang mematrikan keimanannya kepada ajaran-ajaran suci Ahlul Bait. Kejadian-kejadian tragis tersebut sangat mengiris hati para pecinta Ahlul Bait di seluruh dunia."

Pemimpin umum dan redaksi Kantor Berita ABNA tersebut kemudian melanjutkan, "Sejak Pakistan menjadi negara jajahan Inggris, umat Syiah di negara tersebut telah mengalami penindasan dan keterzaliman, hanya saja tidak ada satupun media yang mengabarkan sehingga dunia internasional sama sekali tidak tahu menahu telah terjadi tindakan tidak manusiawi di negara tersebut."

"Lewat pemberitaan Kantor Berita ABNA mengenai kejadian-kejadian di Pakistan, sehingga duniapun tahu kondisi sebenarnya, tekanan terhadap umat Syiah di negara tersebut sudah mulai berkurang, tetapi bukan berhenti sama sekali. Tindakan teror dan aksi pembunuhan masih juga kerap mereka hadapi tanpa dapat perhatian sedikitpun dari pemerintah Pakistan." Ungkapnya.

Sementara mengenai larangan penyebaran Syiah karena disebut sesat di Zambia, beliau mengatakan, "Sejak pelarangan tersebut diberlakukan, warga Syiahpun mengalami penindasan dan aksi kekerasan. Hak mereka untuk menyelenggarakan majelis-majelis keagamaan dicabut dan terlarang sama sekali. Lewat pemberitaan Kantor Berita ABNA, informasi mengenai ketertindasan warga Syiah di Zambia sampai ke salah satu Bank Iran yang telah memberikan bantuan uang kepada pemerintah Zambia yang dengan dukungan kedutaan besar kedua negara akhirnya pelarangan tersebut dicabut dan warga Syiah Zambia kembali mendapatkan hak-haknya."

Dipenghujung pembicaraannya pemimpin Umum ABNA tersebut menyatakan, "Kantor Berita ABNA saat ini telah menyiarkan informasi dan berita ke seluruh dunia dengan 17 bahasa. Alhamdulillah, dengan kerja keras dan kerjasama berbagai pihak kami setiap harinya menginformasikan berita-berita terbaru dari berbagai negara termasuk keterzaliman warga-warga Syiah yang media mainstream tidak memberitakannya sama sekali."
 




Email:
Nama:
Pesan:
Enter security code
erfan
ABNA World Service
Englishالعربية
Françaisاردو
Españolفارسی
Русский中文
DeutschTürkçe
Azeri (cyr) Azeri (ltin)
Melayu Indonesia
বাংলা हिन्दी
Swahili Myanmar
BosanskiABP sites
  Berita Terakhir