Menurut Kantor Berita ABNA, Akram 'Athallah, salah seorang pengamat Politik Palestina berharap Muhammad Mursi sebagai presiden terpilih Mesir yang baru agar mampu memberi tekanan politik kepada Tel Aviv agar menghentikan aksi-aksi brutal mereka terhadap rakyat Palestina terutama di Gaza.
Beliau lebih lanjut menyatakan, "Militer Israel dalam menghadapi perubahan baru di Mesir menyediakan dana besar sekitar 4 milyar Dollar AS. Mereka khawatir akan terjadi kemungkinan buruk di hapusnya semua bentuk perjanjian dan kerjasama yang tercantum dalam Camp David oleh pemerintah baru Mesir."
"Israel sangat menyadari pemerintahan Mesir yang baru akan menutup semua celah kemungkinan kerjasama yang dapat memberi manfaat dan keuntungan pada Israel." Lanjutnya.
Pengamat Politik Palestina tersebut lebih lanjut mengatakan, "Sebagaimana yang diberitakan media Israel sendiri, kemungkinan diangkatnya Asham Al 'Aryan salah seorang petinggi Ikhwanul Muslimin yang dikenal sebagai tokoh yang sangat anti Zionis untuk masuk dalam jajaran pejabat pemerintahan Mesir yang baru akan membawa bencana bagi Israel."
"Diperkirakan pemerintahan Mesir akan tetap menjaga kesepakatan untuk saling tidak menyerang atau tetap menjaga keamanan dengan Israel dalam beberapa waktu ini, namun diharapkan pemerintah Mesir untuk tidak diam atas program pembangunan pemukiman Israel di kota Quds." Tambahnya.
"Hal yang mesti tetap dijaga, adalah kecintaan rakyat Mesir atas Palestina terutama Gaza. Sehingga kebijakan-kebijakan yang kemudian muncul dari pemerintah pilihan rakyat adalah keberpihakan terhadap hak-hak rakyat Palestina." Tutupnya.