Menurut Kantor Berita ABNA, warga Syiah Turki melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor kedutaan Arab Saudi di Turki mengecam tindak kekerasan keamanan Arab Saudi terhadap warga Syiah di Arab Saudi menyusul penembakan dan penangkapan ulama kharismatik Syiah Arab Saudi, Ayatullah Syaikh Nemr Baqir al Nemr pekan lalu.
Aksi unjuk rasa tersebut turut menuntut dibebaskannya tanah Haramain dari cengkraman kerajaan Arab Saudi yang menurut para demonstran telah dinodai oleh berbagai kebijakan kotor keluarga al Sa'ud. Disebutkan pula bahwa penolakan terhadap keluarga al Sa'ud bukan hanya datang dari pihak Syiah saja namun juga Ahlus Sunnah dan semua umat Islam seluruh dunia. Arab Saudi secara terang-terangan menjadi sekutu paling akrab Amerika Serikat di Timur Tengah, terutama sejak dibangunnya pangkalan militer AS di kawasan Arab Saudi.
Keamanan Saudi semakin represif dalam menghadapi para pengunjuk rasa warga Syiah Arab Saudi menyusul ditangkapnya Ayatullah Syaikh Nemr al Nemr, tercatat korban jiwa dalam bentrok antara pihak keamanan dengan demonstran tersebut. Aksi unjuk rasa di Saudi semakin meluas, tuntutan yang awalnya segera dibebaskannya Syaikh Nemr al Nemr menjadi tuntutan agar keluarga al Su'ud meninggalkan Arab Saudi dan menyerahkan kedaulatan ke tangan rakyat.